Deklarasikan Anti Tawuran

Kasus tawuran pelajar di sejumlah kota besar membuat pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora), melakukan antisipasi dengan memberi pemahaman terhadap seluruh pelajar SMA/SMK/sederajat dan SMP/MTs di KBB. Disdikpora bekerja sama dengan pihak sekolah telah melaksanakan pembacaan Deklarasi Antitawuran (DAT) yang baru-baru ini digelar di sekolah masing-masing. Isi deklarasi tersebut berupa pernyataan yang mengutuk keras aksi anarkisme di sekolah.

Menurut Kadisdikpora KBB, Agustina Piryanti didampingi Kepala Bidang SMA/SMK Disdikpora, Imam Santoso di Batujajar, Jumat (26/10), format deklarasi yang dibuat itu berbeda dengan sekolah di kabupaten/kota lain. "Bila di tempat lain hanya wakil-wakil pelajar yang menyuarakan antitawuran, maka di Kab. Bandung Barat seluruh pelajar serentak membacakannya," kata Agustina.

Dijelaskan, sebelum digelar deklarasi, para kepala sekolah (kepsek) diminta berkoordinasi dengan polsek sekitarnya agar para kapolsek atau instansi yang mewakili kepolisian bersedia menjadi pembina upacara di sekolah mereka.

Walaupun di Kab. Bandung Barat tingkat kekerasan yang dilakukan pelajar masih terbilang minim, Disdikpora tetap berupaya agar anarkisme di kalangan pelajar bisa dihindari. Agustina berharap, setelah digelar Deklarasi Antitawuran di seluruh sekolah, aparat penegak hukum diminta ikut serta melakukan pembinaan bagi kalangan pelajar.

"Dalam catatan kami belum ditemukan aksi kekerasan pelajar yang menimbulkan korban jiwa di Kab. Bandung Barat. Tapi, tawuran dalam jumlah kecil atau perkelahian pelajar memang pernah terjadi di beberapa sekolah. Hanya saja tidak sampai menyebabkan korban luka parah, apalagi meninggal dunia," ungkapnya.

Agustina mengaku, pihaknya telah memberikan imbauan kepada sekolah agar mengarahkan semua siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. "Karena dengan cara itu selain memberikan pengetahuan tambahan untuk pelajar, juga bisa meminimalisasi siswa yang terjerumus pada tindak kekerasan," terangnya.

Di tempat terpisah, Kepala Sekolah SMK 1 Cipendeuy, Daud Saleh sangat mendukung deklarasi yang digagas Disdikpora. Ia berpendapat, para pelajar akan mendapat pemahaman mengenai aturan hukum dari pihak kepolisian.

Daud menceritakan, anak didiknya dalam dua minggu terakhir secara berturut-turut pernah diserang sekolah dari SMK di Kab. Purwakarta dan salah satu SMK di Kab. Bandung Barat. "Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, tetapi beberapa kaca sekolah mengalami kerusakan," katanya.

Sebelumnya, Kepolisian Resort Cimahi yang juga membawahi wilayah hukum Kab. Bandung Barat mendukung DAT yang disuarakan para pelajar di Cimahi dan KBB.

www.klik-galamedia.com