SMAN 1 Batujajar Wakil Jabar ke PIK Nasional

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batujajar Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi yang terbaik dalam Lomba Pusat Informasi dan Komunikasi Remaja (PIK) Remaja Jawa Barat. Mereka pun berhak mewakili Jawa Barat ke tingkat nasional. Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah (Setda) KBB, Dodo Suhendar mengatakan, PIKR SMAN 1 Batujajar yang didirikan tahun 2005 telah banyak menorehkan prestasi. Di tingkat nasional, mereka harus bersaing dengan lima sekolah dari provinsi lainnya. SMAN 1 Batujajar akan bersaing dengan PIKR perwakilan Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, dan Maluku Utara.

“Di tingkat nasional pun, PIK Remaja SMAN 1 Batujajar sudah masuk enam besar. Sebuah prestasi yang membanggakan tidak hanya bagi Pemkab Bandung Barat, tapi umumnya warga KBB,” kata Dodo saat menerima tim rechecking penilaian lomba PIKR di SMAN 1 Batujajar, Jumat (2/5).

Ia berharap PIKR SMAN 1 Batujajar menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya di KBB sehingga bermunculan PIK remaja lainnya. Terlebih KBB telah memiliki Perda tentang Program Penyelenggaraan Keluarga Berencana, yang di dalamnya termasuk PIKR.

Dalam mendukung program PIK Remaja, Pemkab Bandung Barat menyediakan anggaran pembinaan di lembaga teknis, yakni Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BPA3KB). “Pada intinya, dengan PIK Remaja di sekolah paling tidak bisa mempersiapkan Genre (generasi berencana) yang berkualitas. Karena lewat PIK Remaja ini mereka bisa diberi pemahaman tentang bagaimana kesiapan melepas masa remaja untuk berumah tangga,” kata Dodo.

143 PIK remaja

Ia menjelaskan, pertumbuhan PIK Remaja di KBB cukup pesat. Hingga tahun 2013 di KBB telah terbentuk 143 PIK Remaja yang secara bertahap terus tumbuh. Mereka tersebar di 165 desa. Padahal target awal, PIK Remaja tersebut minimal ada di tingkat kecamatan. Sementara untuk PIKR SMAN 1 Batujajar perkembangannya terbilang pesat.

“Perkembangan PIK Remaja di KBB cukup pesat. Hanya butuh waktu beberapa tahun sudah banyak yang menjadi PIK Remaja Tegar,” ungkapnya.

Kepala SMAN 1 Batujajar, Dedi Hidayat menambahkan, PIK Remaja sudah menjadi kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Batujajar. Hal itu sebagai bukti keseriusan pihak sekolah dalam menyukseskan program pemerintah untuk mempersiapkan Genre.

“Sekolah menjadi tempat pembelajaran yang sifatnya text book, tapi kita juga harus mempersiapkan anak didik dari berbagai aspek untuk menyongsong masa depan. Karena menurut kami sangat penting, kita masukkan kegiatan PIKR ini sebagai salah satu eskul pilihan,” kata Dedi.